Proses pemasangan breakwater beton tetrapod diawali dengan peninjauan lokasi. Survey lokasi ini penting dilakukan untuk menilai karakteristik gelombang. Misalya, seberapa tinggi dan kencang terpaan gelombang laut yang datang dan juga banyaknya aktivitas ekonomi ataupun pariwisata di sekitar lokasi pantai.
Adapun pembangunan breakwater beton tetrapod ini memerlukan beberapa tahapan, yaitu:
1. Pembersihan area yang akan dipasangi beton tetrapod
Dalam proses pemasangan beton tetrapod, maka lokasi harus benar-benar bersih. Jika diperlukan, akan dilakukan peledakan untuk mensterilkan lokasi.
2. Pengangkutan tetrapod ke lokasi proyek
Cara mengangkut beton ini adalah dengan menggunakan teknik pengangkatan mobil crane dengan truk trailer.
3. Pemasangan matras geotextile
Pemasangan matras geotextile pada bagian dasar breakwater ini berfungsi sebagai landasan pondasi beton tetrapod. Proses pemasangannya diletakkan dengan menghadap arah laut.
4. Peletakan lapisan batu pengisi atau inticore
Berikutnya adalah meletakkan lapisan batu pengisi atau inticore yang menjadi pemberat matras geotextile.
5. Peletakan lapisan filter geotextile
Penempatan filter atau saringan geotextile di antara batu pengisi ini berfungsi untuk mencegah pasir keluar dari sela-sela batu. Proses peletakkannya membutuhkan escavator agar permukaan dapat merata.
6. Pemasangan tetrapod
Tahapan terakhir adalah pemasangan tetrapord. Beton ini diletakkan pada posisi yang teratas karena berfungsi sebagai pemecah gelombang. Karena itu, harus di letakkan pada bagian paling luar.
Itulah ulasan mengenai apa itu beton tetrapod, sejarah, fungsi, keunggulan, proses pembuatan dan juga pemasangannya. Semoga bermanfaat.
Post a Comment for "Mengenal Beton Tetrapod, Fungsi, Keunggulan, Proses Pembuatan dan Pemasangannya"